Published On: Mon, Oct 21st, 2013

Danau Tempe Lokalisasi Esek-esek Kelas Teri

Danau Tempe Lokalisasi Esek esek Kelas Teri

Bali.Portalrom.net – berita dilansir dari merdeka.com, bahwa didanau tempe yang Tak begitu jauh dari Denpasar, tepatnya di kawasan Sanur, Bali, berdiri lokalisasi kelas teri yang terletak di gang-gang sempit di sebuah perkampungan penduduk. Tak perlu berkocek tebal, pria hidung belang berdompet tipis pun bisa mampir.

Memasuki gang sempit dengan temaram lampu remang-remang, pengunjung disuguhi lagu-lagu kendang kempul khas Banyuwangi. Setiap ‘pondok cinta’ yang jumlahnya mencapai belasan tersebut, tak henti-hentinya memutar lagu Reni Farida, artis Lokal Banyuwangi, serta artis-artis lokal Banyuwangi lainnya. Ada juga alunan lagu dangdut yang diputar dari CD player, ikut memeriahkan suasana malam itu, Sabtu (19/10).

“Saya asli Banyuwangi, gak jauh dari daerah Kawah Ijen,” kata Ida bukan nama sebenarnya. Wanita berbadan agak tambun itu memperkenalkan diri kepada wartawan yang mengikuti sebuah LSM peduli HIV/AIDS saat membagi-bagikan kondom gratis kepada para PSK di Lokalisasi Danau Tempe, Sanur, Bali, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Meski terletak di sebuah perkampungan Bali, Lokalisasi Danau Tempe dipenuhi oleh wanita penjaja cinta yang rata-rata orang Jawa Timur, serta sebagian Jawa Barat. Ada seratus lebih PSK yang mangkal di sana.

“Di sini rata-rata dari Banyuwangi, Jember, ada Malang juga,” kata Joko, bukan nama sebenarnya, pria yang berprofesi sebagai mucikari di salah satu pondok di Lokalisasi Danau Tempe.

Para pelanggan pun kebanyakan para perantau asal Jawa. Mereka adalah pekerja-pekerja kasar di Bali, seperti buruh bangunan, pedagang serabutan. Tawar menawar pun dilakukan dengan bahasa Jawa.

Namanya juga lokalisasi kelas teri, harga yang dipatok pun tak lebih dari Rp 100 ribu untuk sekali kencan. Bahkan, ada juga pria hidung belang yang menawar sampai Rp 25 ribu saja.

“Kalau segitu namanya pelecehan,” papar Ida sambil menyisir rambutnya yang hitam agak ikal.

Sementara, menurut Heri Hutomo, pegiat Yayasan Kertapraja, LSM yang bergerak dalam penyuluhan bahaya penyakit HIV/AIDS dan penyakit kelamin, kedatangannya ke Lokalisasi Danau Tempe ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan untuk membantu para PSK meminimalisir risiko terkena penyakit HIV/AIDS. Dia mengakui, memang kebanyakan para PSK yang mangkal di Danau Tempe adalah bukan penduduk asli Bali.

“Kita juga melayani tes HIV, beserta konseling. Seandainya ada yang terkena HIV/AIDS, kita dampingi terus,” ujar Heri kepada wartawan.

Kedatangan Heri ke lokalisasi malam itu disambut senyum semringah para PSK lantaran mereka dapat jatah kondom gratis. Tak perlu mengeluarkan kocek untuk mendapatkan alat pengaman berbahan lateks tersebut.

“Kalau mau main di sini, wajib pakai kondom,” kata Ida tegas, namun sedikit kemayu.

Makin malam, gang-gang sempit di Danau Tempe pun kian ramai. Negosiasi pun dilakukan di gang-gang sempit dengan pencahayaan minim. Aroma parfum murahan, beserta nyaringnya lagu Kendang Kempul Banyuwangi, makin menyemarakkan malam bulan purnama di Pulau Dewata.

“Mampir mas,” sapa wanita bertubuh agak jangkung yang tampak seksi mengenakan rok mini.(Mrdk)

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Danau Tempe Lokalisasi Esek-esek Kelas Teri